Senin, 13 April 2009

Dinas Pendidikan Tanah Datar Turunkan Tim Konseling Traumatik Pasca Bencana Galodo Pasie Laweh



BENCANA..Galodo (Air Bah) melanda 5 kecamatan di kabupaten Tanah Datar Senin (30/3) sekitar jam 6.30 WIB. Dari 5 kecamatan tersebut kecamatan Sungai Tarab termasuk yang terparah, karena sejumlah nagari seperti Pasia Laweh, Sungai Tarab dan lain-lain terkena air baha yang datang secara tiba-tiba, diperkirakan akibat bobolnya telaga di pinggang gunung Merapi.

Dari data sementara yang berhasil dikumpulkan, di kenagarian Pasia Laweh kecamatan Sungai Tarab 35 KK dengan 148 jiwa dan 1 orang meninggal, 13 ternak dihanyutkan air, 22 rumah rusak, 9 diantaranya dihanyutkan air, 1 mesjid dan 2 mushalla rusak serta 30 hektar sawah tertimbun lumpur. Pasar Pasia Laweh yang baru saja dibangun ludes tersapu galodo.

Dari data yang berhasil dihimpun, setidaknya 5 jembatan putus akibat dihantam air, diantaranya jembatan yang menghubungkan Sungai Tarab dengan Ladang Koto, jembatan Lakuang Padang Jaya, jembatan Lurah Ampuah, jembatan Pincuran Dama dan Pincuran Talo Supayang serta jembatan Talao Situmbuak kecamatan Salimpaung.
Belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang dialami masyarakat, namun yang jelas ratusan hektar yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat rusak berat dan perlu penanganan serius untuk dapat difungsikan kembali.

Akibat bencana galodo yang dasyat tersebut tidak saja mendatangkan kerugian dari segi materil namun juga mendatangkan dampak dari segi psikologis bagi masyarakat. Dampak psikologis pasca bencana tersebut disebut dengan trauma. Hal yang sangat mengkwatirkan dalam waktu dekat anak-anak sekolah (SD, SMP/MTsN, SMA) yang terkena galodo akan menghadapi UJIAN NASIONAL (UN) 2009 sementara pada diri mereka belum bisa menghilangkan bayangan bencana galodo yang mungkin merusak emah mereka.

Beranjak dari hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar dalam hal ini Dinas Pendidikan bekerja sama dengan STAIN Batusangkar memandang perlu untuk menurunkan TIM Counseling Traumatik ke Sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Sungai Tarab umumnya dan Sekolah yang ada di Nagari Pasie Laweh khususnya.
Tim Konseling Traumatik ini diketuai oleh Bapak Drs. Ardimen, M.Pd, dan beranggotakan Dosen-dosen Bimbingan Konseling STAIN Batusangkar serta Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri 2 Sungai Tarab (Joko Sobrang, S. Pd.I), yang mana anggota tim ini memiliki kecakapan dalam hal melakukan Konseling Traumatik.

Tim mulai konseling traumatic mulai diturunkan ke lapangan pada tanggal 6 April 2009 sekolah yang dikunjungi adalah SD 23 Sungai Tarab, SD 03 Pasie Laweh dilanjutkan hari berikutnya ke SMP 1 Sungai Tarab serta MTsN Pasie Laweh dan TK Pasie Laweh, SMP 2 Pasie Laweh serta SMA Negeri 2 Sungai Tarab yang mana pada sekolah – sekolah tersebut anak-anak mengalami trauma.

Dalam pelaksanaan konseling traumatic dilapangan, tim dimonitoring oleh Bapak Drs. H. Darisman, M.Pd (Sekretaris Dinas Pendidikan Tanah Datar) dan juga oleh Ketua STAIN Batusangkar.
Alhamdulilah…Kegiatan ini mendapat support dan dukugan dari sekolah karna tujuan dari counseling trraumatik ini adalah bagaimana membantu siswa untuk kembali tegar menghadapi kenyataan, memotivasi siswa untuk kembali belajar, dan memberikan bantuan bimbingan belajar bagi mereka.

Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan oleh Tim Konseling dapat mengembalikan kepercayaan diri serta motivasi diri mereka sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus dibayangi dengan trauma. Semoga……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar